Rabu, 4 November 2009

Adab Menjelang Waktu Magrib atau Malam Hari

Beberapa adab menjelang malam diantaranya: Memasukan anak-anak kedalam rumah, mengunci pintu rumah dan jendela dengan ucapan Bismillah karena disaat itu setan betebaran masuk kerumah. juga tutuplah bejana (tempat air atau air minum) sekali pun dengan sepotong kayu yang melintang diatasnya serta matikanlah lampu lampumu, dengan menyebut nama Allah. Lengkapnya simak hadits dibawah ini.

Beberapa Adab Dan Kebaikan

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ -أَوْ أَمْسَيْتُمْ- فَكُفُّوْا صِبْيَانَكُمْ؛ فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ تَنْتَشِرُ حِيْنَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوْهُمْ، وَأَغْلِقُوا اْلأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوْا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَخَمِّرُوْا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ، وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوْا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوْا مَصَابِيْحَكُمْ

267. “Jika malam menjelang atau kamu masuk pada sore hari, tahanlah anak anak kecil kamu. Karena syaiton bertebaran pada waktu itu, dan Apabila malam telah terlewati sesaat, maka biarkanlah mereka, Kuncilah pintu-pintu dan sebut nama Allah (membaca: Basmillaah), karena Sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang terkunci. Tutuplah tempat tempat air kalian ( qirbah) dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana bejana kalian dan sebutlah nama Allah, meskipun kalian meletakan sesuatu yang melintang diatasnya. Dan padamkan lampu-lampumu kalian.” [288] Hadits Riwayat Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/88, Muslim 3/1595.

Penjelasan:

Hadits mengandung bebagai kebaikan dan adab yang lengkap untuk kemaslahatan dunia dan akherat. Maka dalam hal ini Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan beberapa adab yang semoga shalawat dan salam serta berkah senantiasa tercurah atas Nabi kita Muhammad beserta keluiarga dan para sahabatnya sekalian.
Ada Tujuh Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib lagi


Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami“.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia“. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang“.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:

Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun“. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6. Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7. Semut Memberi Komando

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh“. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin

Sumber : http://www.almakassari.com dari Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 46 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Muhammad Mulyadi. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201). (infaq Rp. 200,-/exp). Judul: Tujuh Keajaiban dunia

Entri ini dituliskan pada 27/05/2009 pada 3:04 am dan disimpan dalam Kajian hadits. Bertanda: Keajaiban keajaiban di dunia, keanehan dunia, misteri dunia, orang orang ajaib. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.

Jumaat, 2 Oktober 2009

ISU SEMASA

Empat Isu Semasa : Ulasan Ringkas

Oleh

Zaharuddin Abd Rahman

www.zaharuddin.net

Terdapat beberapa isu semasa yang saya tidak sempat untuk memberikan respon, walaupun agak ramai yang meminta ulasan. Isu-isu semasa yang berkait dengan Islam seperti keputusan kabinet untuk membiarkan anak kekal dalam agama masing-masing walau selepas ibu bapanya memeluk Islam, penggunaan nama Allah bagi penganut Kristian, orang bukan Islam membaca ayat Al-Quran dan isu bahasa Melayu untuk pengajarn sains dan matematik.

Bagi tidak menghampakan mereka yang bertanya dan menjelaskan pandangan saya, tulisan ini dibuat, namun disebabkan oleh kekangan masa dan memandangkan agak ramai ilmuan Islam telah menulis berkenaan hal ini, saya tidak akan menghurai panjang lebar beserta dalil, cukup sekadar menjelaskan pandangan saya sebagai menjawab soalan ringkas dari mereka yang bertanya.

PERTAMA : ORANG BUKAN ISLAM MEMBACA AL-QURAN

Isu ini timbul dari kempen ceramah politik pakatan rakyat di pilihanraya Kecil Bukit Gantang, terdapat dua kelompok masyarakat Islam ketika mengamati peristiwa ini. Pertama : Yang tidak bersetuju serta menganggap ia sebagai penghinaan khususnya disebabkan kesilapan sebutannya dan nama surah. Kedua : yang tidak melihat sebagai satu kesalahan malah menganggapnya sebagai satu kelebihan buat Islam.

Setelah mendengar sendiri ucapan Yang Berhormat yang berkenaan di youtube, dan setelah meneliti hujjah kedua-dua kelompok, saya secara peribadi dan atas dasar ilmiah, tidak nampak sebarang masalah yang besar atau yang boleh dihebohkan.

Ia adalah kerana :-

1) Banyak dalil jelas menunjukkan bukan Islam turut membaca sama ada secara tertutup atau terbuka ayat-ayat al-quran di zaman Nabi sa.w. Malah ayat-ayat al-Quran digelar mu'jizat (sesuatu yang mencarik adat dan luar biasa serta melemahkan musuh), apabila ayat-ayatnya diteliti oleh ahli sastera kafir quraisy, tatkala itulah baru mereka mendapati Al-Quran adalah sebuah kalam Allah dan bukan hasil pemikiran manusia.

2) Nabi s.a.w turut menghantar surat yang mengandungi ayat-ayat Al-Quran kepada pemimpin bukan Islam di zamannya. Tentunya ia dibaca dan sememangnya untuk diwarwarkan.

3) Ayat Al-Quran juga turut dibaca oleh Umar al-Khattab semasa beliau belum Islam. Akhirnya menjadikannya Islam.

4) Ayat yang dibaca bukan dalam intonasi dan situasi menghina tetapi adalah untuk menegaskan intipati keperluan kepada kesaksamaan dan keadilan dalam kehidupan. Benar, ia adalah satu penghormatan dan bukan penghinaan.

5) Kesalahan sebutan dan nama surah, adalah dimaafkan bagi mereka yang dalam pembelajaran, apatah lagi orang bukan Islam. Terlalu ramai umat Islam yang masih gagal membaca al-Quran dengan betul malah ramai juga yang langsung tidak mampu membacanya. Tun Dr Mahathir turut pernah menyebut nama surah dengan sebutan yang salah, ketika menyampaikan ceramah umum beliau di Nilam Puri pada tahun 1993, semasa beliau menghentam PAS yang ingin memperkenalkan hudud. Saya berada di sana ketika itu, namun tiada rakaman yang boleh dikongsikan.



KEDUA : PENGGUNAAN NAMA ALLAH OLEH KRISTIAN

Isu ini turut menjadi hangat khususnya apabila terdapat beberapa pandangan diberikan oleh kumpulan ilmuan. Kumpulan pertama yang tidak membenarkan dengan pelbagai hujjah dan nas, demikian juga kumpulan kedua. Secara asasnya, ini adalah isu cabang dalam bab aqidah yang tidak sama sekali menjatuhkan seseorang dalam kekafiran, perbezaaan pendapat dan ijtihad adalah dibenarkan dalam hal ini.

Dalil-dalil yang diutarakan oleh kedua-dua kumpulan, masih terdiri dari dalalah yang zhonniah, hasil takwilan dan tafsiran. Hanya yang tidak memahami ilmu Usul Fiqh sahaja akan merasakan ia tergolong dalam hal usul yang jatuh kufur bagi yang berbeza. Juga tiada wajar bagi menuduh secara rambang bahawa sesiapa yang membenarkan tergolong dalam kategori Islam liberal, mungkin sebahagiannya benar ingin menyamaratakan semua agama, namun tidak semuanya membenarkan dengan niat sedemikian.

Setelah melakukan penilaian terhadap pelabagai hujjah dan pandangan silam dan kontemporari. Secara asasnya, saya lebih cenderung kepada pendapat yang membenarkan penganut kristian untuk menggunakan nama Allah swt. Antara nas yang paling jelas adalah :

Dan sesungguhnya, jika kamu (Wahai Muhammad) bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka?" sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah!". (jika demikian) maka bagaimana mereka rela dipesongkan? Dan (Dia lah Tuhan Yang mengetahui rayuan Nabi Muhammad) yang berkata: Wahai Tuhanku! Sesungguhnya mereka ini adalah satu kaum yang tidak mahu beriman!" (al-Zukhruf : 87-88).

Ini hanya satu dalil sahaja, memang boleh diperdebatkan dengan pelbagai sisi pandang SEPERTI mentafsirkan Allah dalam ayat itu bukan sebagai 'ALLAH' dalam konteks yang dikhususkan oleh Islam yang terkandung di dalam surah al-Ikhlas, tetapi adalah tuhan pencipta secara umum.

Namun di dalam kaedah dalam fiqh, memerlukan kepada dalil lain jika takwilan sedemikian ingin dilakukan. Khususnya masyarakat Jahiliyyah sudah sedia maklum berkenaan agama yang dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s, dan Allah telah difahami merujuk kepada siapa.

Cukuplah, saya tidak ingin menghurai panjang dan berbahas dalam hal ini, hakikatnya banyak lagi nas dan dalil lain yang menyokong kepada keadaan membolehkan tersebut. Menurut penilaian dan pengamatan saya, pandangan membolehkan adalah terlebih kuat dari hujah kumpulan yang menolak.Saya juga kurang bersetuju untuk dipisahkan nama Allah kepada penegrtian lughah (dari sudut bahasa secara literal kononnya merujuk kepada tuhan umum), dan Allah secara istilah yang merujuk kepada Allah yang disebut di dalam surah al-Ikhlas.

Satu lagi, perlu diingat, sama ada nama Allah digunakan di dalam Bible atau tidak, itu tidak sama sekali penting untuk kita, kerana Bible bukan rujukan kita tetapi Al-Quran. Oleh itu, merujuk kepada bible dalam mencari pendirian dalam hal ini adalah salah sama ada secara sedar atau tidak sedar. Umat Islam hanya merujuk Al-Quran dan Hadis dalam menentukan sikap dan pendirian, bukan Bible. Apatah lagi Bible yang wujud hari ini bukannya injil yang diturunkan kepada Nabi Isa as.

TETAPI ..

Namun demikian, itu adalah dalam konteks penelitian dalil dan nas, atau konteks ilmiah. Dalam konteks kesesuaian dan Siyasah Syari'yyah khususnya bagi mengelakkan salah guna dan kekeliruan khususnya di Malaysia, saya cenderung untuk BERSETUJU PENGHARAMAN PATUT DIBUAT oleh pihak kerajaan.

Selain itu, saya juga tidak setuju istilah lain seperti solat, kaabah digunakan oleh pihak Kristian.

Memang benar, mudarat dan maslahat mungkin sahaja berbeza mengikut penilaian masing-masing, dan tentunya ia bakal memberikan kecenderungan berbeza-beza. Namun pada hemat dan penilaian saya, unsur kemudaratan lebih wajar dielakkan dalam hal ini. Justeru itu, penggunaan nama Allah oleh pihak Kristian khususnya dalam penulisan mereka, amat wajar dilarang oleh pihak kerajaan. Ye di dalam hukum Islam, kerajaan berhak memutuskan hukuman di dalam konteks menghalang mudarat.

Terutamanya apabila mengenang keadaan umat Islam yang ada hari ini terlalu amat lemah. Keadan missionary bukan Islam yang amat galak untuk menggunakannya dengan tujuan-tujuan tertentu. Kemunculan beberapa kumpulan bukan Islam yang dirasakan akan mempermainkan dan menyalahgunakan nama Allah dalam tulisan mereka secara berleluasa. Jika dilakukan kajian teliti terhadap hal mudarat ini, eloklah ia dilarang.

Sekali lagi perlu diingatkan, perlu diperbezakan keputusan hukum dan siyasah syar'iyyah. Sekuat manapun hujjah untuk membenarkan kristian menggunakan nama Allah, namun dari sudut mudarat, ia wajar dilarang sama ada dalam tempoh tertentu atau berterusan atau mungkin boleh dibenarkan tetapi dengan syarat-syarat tertentu bagi menhindarkan mudarat yang boleh menimpa orang awam Islam yang lemah.

KETIGA : ANAK KEKAL DALAM AGAMA ASAL

Berlaku lagi isu yang dianggap sensitif berkait isu agama, sebagaimana kes jenazah individu yang dipertikai sama ada telah menganuti Islam atau tidak semasa hayatnya.

Merujuk kepada laporan akhbar tempatan, keputusan kabinet Menteri memutuskan bahawa setiap ibu bapa yang menukar agamanya ke agama lain, anak-anak mereka yang dibawah umur tidak akan bertukar secara automatik, malah mereka akan kekal dalam agama asal sehinggalah mereka dewasa dan membuat keputusan sendiri selepas itu.

Pelbagai artikel ditulis dalam hal ini, saya tidak berhasrat untuk mengulang-ulang apa yang telah ditulis. Fatwa dari empat mazhab turut disertakan. Secara ringkasnya, majoriti mazhab berpandangan anak akan menjadi Islam secara automatik sama ada ayah atau ibunya menganuti Islam. Manakala mazhab Maliki pula hanya meletakkan kemasukkan Islam secara automatik itu hanya berlaku jika si ayah yang menganuti Islam. Justeru itu, menurut pandangan keempat-empat mazhab, kes yang berlaku di Malaysia ini, anak turut automatik menjadi Islam.

Bagi yang berminat membaca lanjut boleh merujuk di link berikut .

PKPIM juga ada mengeluarkan kenyataan yang baik, disamping menyertakan beberapa kes lama yang boleh dijadikan panduan dalam menetapkan sikap terhadap kes terbaru ini, iaitu :-

"Berdasarkan kes Subashini Rajasingam lwn Saravanan Thangathoray, Mahkamah Persekutuan telah memutuskan bahawa si bapa mempunyai autoriti dan kuasa untuk mengislamkan anak berlandaskan Perkara 12(4) Perlembagaan Persekutuan walaupun tanpa persetujuan ibu.

"Sementara itu, Perkara 12(4) Perlembagaan Persekutuan telah menyatakan bahawa agama bagi seseorang yang di bawah umur 18 tahun perlu ditentukan oleh ibu-bapa (salah seorang) atau penjaga.

"Manakala Seksyen 95 Akta Pentadbiran Undang-Undang Islam 1993 telah memperuntukkan bahawa seorang anak yang berumur 18 tahun ke bawah boleh memeluk agama Islam sekiranya ibu-bapa (salah seorang) atau penjaga anak tersebut memberi keizinan,"

Secara kesimpulan, sudah tentu saya cenderung kepada pendapat majoriti yang menganggap secara autoamtik anak-anak menjadi Islam. Namun demikian adalah lebih tepat dan hikmah jika si suami dapat mengambil keputusan bijak mengelakkan isu ini dibawa ke mahkamah dan berusaha sedaya mampu mengajak isterinya tuurt serta menganuti islam sebagai cara hidup mereka. Dapatkan bantuan bijak pandai antara agama jika perlu.

Selain itu amat wajar untuk pihak berkuasa merujuk Majlis Fatwa Kebangsaan sebelum melakukan sebarang kenyataan umum berkait isu Islam. Saya bersetuju dengan pendapat Mufti Perak bahawa isu ini memerlukan perbincangan Majlis Fatwa Kebangsaan,

Namun masalah yang paling ketara jika dirujuk ke Majlis Fatwa adalah tidak pasti bilakah mereka mampu memberi respond dan jawapan. Wallahu'alam.

KEEMPAT : ISU PENGGUNAAN BAHASA INGGERIS BAGI MENGAJARKAN MATEMATIK DAN SAINS

Ini juga isu hangat yang ditanyakan kepada saya, namun saya tidak mampu memberikan banyak idea berkenaan isu ini khususnya kerana ia adalah satu isu yang lebih dominan berkaitan keputusan politik dalam sesebuah negara.

Apa sahaja yang diputuskan oleh pihak kerajaan sememangnya perlu berdasarkan hasil kajian terperinci teori dan praktikal, kesan dan target, perbincangan peringkat atasan, ahli akademik, guru, murid, ibu bapa dan ahli politk. Hanya selepas ini semua dilalui, barulah pihak kerajaan patut memutuskan keputusan. Bagi saya, itu cara terbaik jika sesebuah kerajaan menghormati minda dan idea rakyatnya. Malah setiap keputusan yang diambil pula tidak semestinya tidak boleh dibuah, boleh sahaja dicuba beberapa tahun dan dilihat kesan buruk dan baiknya, kemudian ia terbuka kepada pindaan dan perubahan. Yang menjadi maslaah hari ini, kerajaan mungkin malu untuk membuat penilaian dan pindaan kerana bimbang akan dituduh sebagai flip flop dan yang sepertinya.

Perlu diingat, tekanan politik yang menghentam sehingga terlebih had, sehingga bertindak dan tidak bertindak, kedua-duanya akan dihentam, bakal membawa kerugian kepada banyak pihak. Ada kalanya terdapat individu yang ingin melakukan perubahan kebaikan, tetapi membatalkannya kerana tidak mahu dihina dan dimalukan akibat dituduh flip flop selain dianggap tidak cekap dalam membuat keputusan politik. Padahal, keputusan untuk sesebuah negara bukan mudah, malah dengan kajian sekalipun, ia mungkin sahaja tersilap atau berubah berdasarkan keperluan dan zaman.


Malah para ulama sendiri pun banyak yang terpaksa mengubah fatwa dan pendirian apabila mendapat info baru. Seperti Imam As-Syafie yang mengubah beberapa fatwanya ketika berada di Mesir. Adakah ini menjadikan Imam Syafie rh, flip flop dan tidak cerdik.? Tidak timbul isu tidak cerdik sebenarnya, itulah adalah sifat kemanusiaan biasa yang ilmu kita terbatas.

Lihat sahaja, kerajaan Britain hari ini, bajet terbaru menyaksikan pihak parti pemerintah terpaksa mematahkan janji manifestonya untuk tidak menaikkan cukai pendapatan individu, tetapi bajet pada minggu lepas (April 2009) menyaksikan mereka terpaksa menaikkan juga cukai individu kaya. Hasilnya, mereka dilanyak sepuas hati oleh pembangkang yang diketuai oleh David Cameroon. Itulah politik kepartian yang merugikan banyak pihak jika tidak ditangani dengan baik.

Bagi saya secara peribadi, tiada pandangan yang lebih saya cenderung kerana saya tidak punyai data yang mampu menyokong atau menolak. Saya telah baca banyak tulisan sokongan dan bantahan, tetapi semuanya tidak cukup untuk saya menetapkan keputusan buat masa ini.

Semoga apa yang dicoretkan mampu memberi sedikit sebanyak manfaat buat anda.

Sekian,

Khamis, 27 Ogos 2009

'Checklist' Amalan di Bulan Ramadhan




4.00 pagi


1.Bangun berdoa kepada ALLAH dengan doa:


“Segala puji bagi ALLAH yang telah menghidupkan aku setelah DIA mematikan aku dan kepadanyalah aku akan dikembalikan.”

2.Berniatlah untuk melaksanakan sebanyak-banyak kebaikan hari itu.
3.Mandi dan membersihkan diri.
4.Mengambil whudu' dan memakai pakaian yang suci untuk beribadah, berwangi-wangian.


4.20 pagi

1.Solat sunat Taubat
Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun, Rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas. Selepas sembahyang, angkatlah tangan memohon ampun kepada ALLAH. Menangislah menyesali dosa-dosa.

2.Solat sunat Tahajjud.
Rakaat pertama selepas Al-Fatihah baca surah Al-Kafirun, Rakaat kedua selepas Al-Fatihah baca surah Al-Ikhlas. Selepas sembahyang, angkatlah tangan berdoa kepada ALLAH.

3.Solat sunat Hajat
Rakaat pertama baca ayatul Kursi 1 kali Selepas Al-Fatihah Rakaat kedua baca surah Al-Ikhlas 11 kali Ketika sujud terakhir baca 11 kali dan sertakan di dalam hati segala hajat-hajat kita.

4.Solat sunat Witir
Selepas salam, bangun lagi dan sembahyang witir 1 rakaat. Perbanyakkan berdoa kepada ALLAH dengan penuh rasa kehambaan, rendah diri, meminta-minta, merintih-rintih, agar ALLAH ampunkan dosa-dosa kita, terima taubat kita, terima amalan kita, memperkenankan doa dan permintaan kita.


5.00 pagi
1.Makan sahur
2.Mengosok gigi dan membersihkan sisa-sisa makanan di mulut.


5.30 pagi

1.Bersiap menunggu waktu Subuh dengan membaca Al-Quran atau berselawat. Sembahyang sunat Subuh, sembahyang Subuh berjemaah. Selesaikan wirid harian di tikar sembahyang atau baca Al-Quran hingga terbit matahari.

2.Elakkan tidur selepas Subuh, kerana waktu itu adalah waktu paling berkat untuk memulakan pekerjaan.


7.00 pagi

1.Membuat persiapan ke tempat kerja. Melangkah ke tempat kerja dengan membaca Bismillah dan dengan berniat dengan niat yang baik-baik.

2.Mulakan kerja dengan Bismillah dan doa kepada ALLAH agar semua aktiviti kita diberkatiNYA, Sentiasa berselawat kepada Rasulullah SAW samada menyebutnya atau di hati.

3.Banyakkan istighfar/meminta ampun. Melaksanakan kerja dengan bersemangat dan penuh bertanggung jawab. Datangkan rasa bahawa ALLAH sentiasa memerhati kerja-kerja yang dilakukannya dan yakinlah DIA akan membalas segala kebaikan yang kita buat.


10.00 pagi

1.Sembahyang sunat Dhuha, Ia adalah sumber rezeki yang berkat kalau istiqamah diamalkan.

2.Penuhi masa rehat tengahari dengan menambah ilmu atau membaca Al-Quran. Elakkan sungguh-sungguh dari melakukan dosa walaupun kecil dan perkara yang sia-sia.
Contoh dosa-dosa : Mengumpat mengutuk,menyindir yang menyakitkan orang,bergaul bebas tanpa menjaga syariat seperti berbual dengan yang bukan muhrim mengenai perkara yang tiada sangkut paut dengan kerja


12.45 tengah hari

1.Bersiap untuk solat Zohor.
2.Menunggu waktu sembahyang dengan berselawat. Solat Zohor berjemaah.
3.Laksanakan juga solat sunat Rawatib Bersujud syukurlah setelah selesai sembahyang sunat dan wirid sebagai berterima kasih kepada ALLAH yang memberi kita nikmat besar dapat menyembahNYA.


4.15 petang

1.Bersedia untuk solat Asar.
2.Solat Asar berjemaah. Laksanakan juga solat sunat Qabliyah.
3.Bersujud syukurlah setelah selesai sembahyang sunat dan wirid sebagai berterima kasih kepada ALLAH yang memberi kita nikmat besar dapat menyembahNYA


5.30 petang

1.Membeli barang-barang keperluan berbuka dan sahur tanpa berlebih-lebih. Ingatlah walaupun Syaitan dirantai tetapi nafsu masih ada dalam diri kita!


6.30 petang

1.Memperbanyakkan doa sebelum berbuka kerana di waktu itu adalah masa yang mustajab doa. Ingatlah sabda Rasulullah SAW : "Ramai orang yang berpuasa, yang mereka dapat hanya lapar dan dahaga", merintihlah kepada ALLAH memohon agar amalan kita diterima.

2.Apabila masuk waktu Maghrib, bacalah doa berbuka :


“Wahai Tuhan, kerana Engkaulah aku berpuasa, kepada Engkaulah aku beriman dan dengan rezki engkaulah aku berbuka.”


3.Berbuka puasa dengan makanan yang manis seperti buah kurma dan jangan makan terlalu banyak.

4.Seeloknya setelah memakan kurma dan meminum air, terus menunaikan solat maghrib berjemaah, setelah itu barulah makan makanan yang berat.


8.00 malam

1.Solat Isya' berjemaah dan diteruskan dengan solat Taraweh
2.Cuba pertahankan solat taraweh walau bagaimana keadaan sekalipun kerana fadhilatnya amat besar. Bacalah Al-Quran dengan penuh tawadhuk, seeloknya baca dengan bertadarus (berkumpulan bergilir-gilir, seorang baca, yang lain menyemaknya), cuba khatamkan membaca Al-Quran paling kurang satu kali sepanjang ramadhan. Kebanyakan imam-imam besar mengkhatamnya dua kali dalam sehari (60 kali sebulan Ramadhan)


11.00 malam

1.Memperbanyakkan istighfar sebelum tidur.
2.Berniatlah untuk puasa esok hari.
3.Tidur awal agar dapat bangun awal untuk beribadah.
4.Bacalah doa tidur :


"Dengan namaMU Ya ALLAH! Aku hidup dan mati. Ingatlah tidur adalah mati yang sementara, kemungkinan kita dipanggil ALLAH ketika tidur."

Misteri Batu Terbang, Batu Isra' Mi'raj Nabi Muhammad




Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.

Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?

Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka. Jika dalam versi indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj di atas, maka dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeda. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir (Lihat foto-foto wilayah ini di Panoramio). Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.

Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang (lihat juga komentar dari orang-orang yang tinggal di wilyah ini dari artikel berbahasa inggris: the mistery of floating rock di sini). Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:




Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj?
Di samping ini adalah gambar batu tersebut. Ia berada di Yerusalem, Palestina di wilayah Masjid al Aqsha. Batu inilah yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam, sepertinya tidak.

Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diembel-embeli dengan kisah-kisah islami atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah.

Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah sang batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.

Semoga halaman ini bermanfaat untuk kebenaran.

~BULAN TERBELAH~


Ketika Bulan Terbelah - Tafsir Surat Al Qomar (54) ayat 1
Ada sebuah ayat di dalam al Qur'an yang menyatakan bahwa bulan [pernah/akan] terbelah ketika jaman telah mendekati kiamat. Sengaja kata pernah dan akan saya beri kurung karena ada beberapa penafsiran tentang ayat ini. Selengkapnya arti ayat tersebut adalah sebagai berikut:

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.
Dalam catatan kaki dari terjemahan al Qur'an Departemen Agama RI, ditulis: Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Memang ada hadits yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan di masa Nabi ini. Hal ini terjadi ketika kaum musyrikin 'menantang' Nabi untuk menunjukkan bukti kenabiannya dengan meminta membelah bulan. Keshahihan riwayat hadits ini saya tidak terlalu ketahui.


Sejak cukup lama, telah beredar melalui internet sebuah gambar permukaan bulan yang diklaim sebagai bukti pernah terbelahnya bulan sekaligus bukti 'kebenaran' ayat di atas. Gambar aslinya dapat dilihat pada situs Badan Antariksa Amerika (NASA).> Lihat

Di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung kembali. Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa ngarai tersebut merupakan bekas terbelahnya bulan.

Beberapa fakta tentang bentukan alam di bulan tersebut:

1. Ilmuwan menyebutnya sebagai RILLE. Meskipun ada banyak spekulasi tentang asal muasal kejadiannya, tetapi pendapat terkuat menyatakan bahwa ia merupakan bekas kanal atau saluran lava yang keluar dari perut bulan di masa lampau. Khusus yang berbentuk lurus, diduga merupakan patahan tanah yang turun di antara 2 sesar (> Lihat) kerak bulan yang sejajar.
2. RILLE mempunyai berbagai macam bentuk. Lurus dan panjang seperti gambar di atas adalah salah satunya. Sisanya ada yang seperti aliran sungai sebagaimana di bumi (> Lihat). Mereka ditemukan di hampir semua titik di permukaan bulan. (contoh)
3. RILLE tidaklah sepanjang yang diperkirakan. Meskipun ada yang mencapai ratusan kilometer (sekitar 300 km seperti Rille pada gambar di atas, lihat tampak atas), tetapi tidak ditemukan RILLE yang mengelilingi seluruh permukaan bulan. Kalau bulan pernah terbelah dua dan RILLE tersebut adalah bukti bekas belahannya, tentunya kita bisa harapkan bahwa RILLE tersebut membentuk garis yang mengelilingi bulan.
Jadi, tidak tepat menjadikan gambar di atas sebagai bukti bahwa bulan pernah terbelah.

Bagi kita, yang mengimani Allah, ayat tersebut harus dipercayai. Allah Maha Kuasa untuk membelah bulan. Dan Ia pun kuasa untuk menyatukannya kembali, dengan atau tanpa bekas. Semuanya mudah bagi Allah

Khamis, 6 Ogos 2009

CUBA BACA.....

Inilah pertama kali dalam hidup saya, sejak bergelar ustaz, tidak mampu
mengeluarkan apa-apa perkataan.

Hari ini 23 Jun jam 12.30 tengah hari, saya bersama pesakit HIV positif.
Pada hal ketika ini, penghuni semua sedang tidur, berehat setelah makan
ubat. Tetapi mereka semua bangun kerana mendapat tahu seorang ustaz
datang melawat mereka.

Saya tidak mampu mengeluarkan apa-apa perkataan bukan kerana mereka
pesakit HIV. Tetapi, tempat kami menyampaikan kuliah agama ini ialah di
dalam sebuah gereja.

Tetapi inilah hakikatnya. Tempat perlindungan pesakit HIV bagi orang
dewasa adalah di gereja. Orang bukan Islam yang menaungi mereka, dan
sudah beberapa yang mati di sini.

Menurut Kak Liza, bagi pesakit HIV dewasa, tidak ada tempat perlindungan
yang dibuat oleh orang Islam.

Majlis Agama Islam Selangor pernah bercadang untuk membuatnya, tetapi
hingga sekarang belum menunjukkan apa-apa perkembangan.

Saya malu pada diri saya saat ini. Seolah-olah, saya diberi tahu,

"apa lah kamu orang Islam ni, cakap aje pandai, saudara seIslam yang
sakit pun tidak dihiraukan".

Selesai taaruf, salah seorang dari mereka memberi tahu,

"Imam masjid sebelah selalu datang"

Hati saya menyapa:-

Kenapa tidak dibuat di masjid sahaja tempat perlindugan ini, bukannya
tak ada tanah..."

"Pihak MAIS ada jugalah jengok kami, tapi jarang-jarang. Dalam sebulan
sekali lah."

Hati saya menyapa:-

"Kena sampaikan ni, pada sahabat-sahabat dari MAIS. Kena buat sesuatu."

Saya masih kelu dan tidak mampu mengeluarkan apa-apa perkataan. Tajuk
apa yang saya nak sampaikan?

Tajuk Ukhuwah? Tajuk berkasih sayang sesama Islam? Tajuk "semua perkara
ada hikmah"? Tajuk apa? Tajuk apa yang sesuai?

"Aduhai Tuhan.. kenapa aku di sini hari ini.." rintih hati saya atau
lebih
tepat:-

"Kenapa sekarang baru dapat tahu, kenapa tidak peka, kenapa tidak dari
dulu lagi aku datang menjenguk sahabat-sahabat seIslam di sini.."

Akhirnya saya menyampaikan sedikit tazkirah, tak sampai dua minit. Saya
hanya membicarakan mengenai kasih sayang Allah pada manusia. Semakin
banyak saya berkata, semakin banyak hati saya berkata:-

"Ah.... pandai cakap aje, apa yang kamu buat hah..."

Tazkirah di akhiri dengan sedikit ucapan dari kak Liza.

Majlis berakhir dengan bersalaman. Salah seorang penghuni, dengan suara
yang rendah, berkata pada saya:-

"Ustaz.. terima kasih sebab datang ye.."

Nak menitik air mata saya melihat mereka. Dari mata mereka, mereka
seolah-olah memberi tahu saya,

"Ustaz, keluarkanlah kami dari gereja ini"

Saya melangkah keluar dari dewan kuliah. Di sebelahnya terdapat salib.
Yang masih boleh berjalan, menghantar saya hingga ke kereta.

Mereka melambai ke arah kami serombongan sambil berkata:-

"Nanti datang lagi ye.."

Van yang kami naiki menuruni cerun kawasan gereja. Hati saya tak
putus-putus berdoa:-

"Ya Allah, selamatkan iman mereka. Ya Allah, beri kami kemampuan, dalam
tahun ini insyaAllah, kami akan usaha mengeluarkan mereka dari gereja
ini Ya Allah."

Kami meninggalkan tempat ini. insyaAllah, selepas saya pulang dari Turki
nanti minggu depan, kita akan usahakan sesuatu, bisik hati saya.

Pada saya, mewujudkan tempat perlindungan ini dah taraf fardhu ain dah,
ini kerana tidak ada lagi tempat perlindungan bagi orang dewasa seperti
ini yang dibuat. Selagi ada orang Islam yang masih duduk di gereja ini,
selagi itulah tanggung jawab ini tidak terlepas dari setiap bahu orang
Islam.

Saya menyeru pada semua pembaca. Mari sama-sama kita usahakan. Jika ada
niat, maka, insyaAllah, pasti ada jalan.

InsyaAllah, saya akan mewar-warkan pada semua jika ia akan dimulakan.
InsyaAllah, dalam tahun ini juga, kita akan keluarkan mereka dari gereja
ini. InsyaAllah, dalam tahun ini juga, kita akan usahakan rumah
penjagaan bagi orang Islam.

Semoga sedikti niat ini mendapat bantuan ilahi, amin...

"Universiti Kehidupan, Pengajian Sepanjang Hayat"